Hi!! apakabar? bagaimana hari libur kalian? aku cukup memiliki banyak waktu untuk menulis di blog hehe...
Nah kali ini aku ingin share hal yang aku pelajari beberapa bulan lalu. Awalnya aku tahu ada seni untuk membuat keramik sejak 2 tahun lalu, namun aku tidak tahu dimana kita bisa membeli adonan keramik, karena kebetulan account IG yang berjualan hand made keramik berasal dari luar negeri. Kemudian saya coba membuka video-video keramik serupa di youtube. Dapatlah informasi bahwa kita juga bisa membuat seni seperti keramik dengan menggunakan clay DAS.
Clay DAS ini adalah tanah liat instan buatan pabrik yang memiliki struktur seperti tanah liat namun dia cepat mengering dan tidak butuh dibakar seperti halnya adonan keramik ataupun adonan tanah liat. Clay DAS ini bisa dibeli di toko online atau beli di gramedia atau di toko alat tulis yang lengkap. Namun Clay DAS ini tidak bisa diaplikasikan ke alat untuk makan (berbeda dengan keramik), sehingga kita hanya bisa membuat hiasan saja dengan clay DAS.
Clay DAS memiliki 3 varian warna yaitu putih, stone (abu-abu), dan terracota (warna tanah liat). Clay DAS memiliki 2 varian ukuran yaitu 500 gram dan 1 kg. Harga 500 gram berkisar antara 23k-27k (tergantung toko), sedangkan yang 1 kg berkisar antara 46k-50k.
Saat itu entah kenapa pasokan Clay DAS yang berwarna putih langka, saya cari di toko online dan toko alat tulis semuanya tersedia warna abu-abu dan terracota saja, padahal saya butuh putih, karena base putih memudahkan dalam mengecat. Sudah menunggu beberapa bulan kok tetap tidak ada yang varian putih. Akhirnya ya sudah saya putuskan membeli DAS berwarna abu-abu, setidaknya nanti saat proses mengecat tidak terlalu susah (karena warna cat tidak bersilangan dengan warna abu-abu clay).
Tekstur dari DAS ini elastis, baunya sedikit tidak enak, dan menghasilkan jejak debu halus di tangan kita. DAS ini juga sedikit terasa ada airnya, sehingga sangat mudah dalam membentuknya. Kita tidak perlu menambah air saat menggunakan clay DAS. Namun walau begitu untuk menyatukan antar bagian tubuh atau saat menghaluskan permukaan clay, air tetap diperlukan, hanya saja pengaplikasiannya sedikit saja. Bila terlalu banyak memberi air, maka nanti saat proses pengeringan clay akan pecah-pecah atau retak.
Jangan lupa gunakan matras healing atau alas apapun itu yang datar, dan kalau bisa alas tersebut bila tergores pisau tidak menimbulkan luka/guratan.
Berikut hasil saya mencoba-coba dengan clay DAS
kemudian saya cat dengan akrilik, namun karena akrilik yang teksturnya tidak terlalu padat, sehingga mengecat butuh waktu lama karena harus melakukan pelapisan berulang. Lebih baik mengunakan cat minyak yang teksturnya padat, dense. Sehingga penguasan hanya sekali saja, warna sudah merata.
Berikut beberapa hasil clay DAS yang saya buat. Ada yang saya buat menjadi pot, ada yang menjadi hiasan, ada yang menjadi gantungan, ada yang menjadi pin/peniti
sebaiknya agar didapat hasil yang maksimal, harus diberi pelapis khusus/varnish untuk membuat warna tahan lama, warna lebih terlihat bersinar. Pelapis khusus yang bagus itu biasanya merk PADICO. Namun karena harganya mahal, dan toh saya juga masih coba-coba, jadi tidak saya beri varnish dahulu.
selain itu tips saya, bila membuat clay pastikan clay memiliki ukuran yang tebal, karena bila tidak tebal maka saat clay kering dan terjatuh atau terkena benturan akan membuat clay patah.
Apa kalian tertarik untuk berkreasi dengan clay DAS? ciao!
Komentar
Posting Komentar